Jumat, 12 Juni 2009

Ada Apa Dengan Nusantara(AADN)

pasca krisis moneter 1997, dalam sepuluh tahun terakhir, terhitung begitu banyak bencana alam datang silih berganti melnda negeri kita tercinta ini. negeri yang begitu banyak menyimpan kekayaan alam, namun tidak kunjung dinikmati oleh para penghuni alam indonesia. namun yang terus di nikmati dan dirasakan oleh para penghuni bumi nusantara adalah bencana alam. ini sebuah ironis dari kenyataan pahit kehidupan masyarakat indonesia.

ditahun 2000 telah terjadi gejolak konflik sara di mana-mana. kemudian di tahun 2004 tsunami menghantam kota serambi mekah. 2006 gtempa bumi di Yogyakarta, yang menelan korban lebih dari 5000 jiwa. ditahun-tahun berikutnya dari tahun 2007-2008 rentetan banjir melanda beberapa kota di nusantara sepeerti Riau, Makasar, solo, dan jakarta.

dan lagi-lagi tahun baru 2009, cobaan bencana alam kembali datang yaitu jebolnya Tanggul SITU GINTUNG, yang memakan banyak korban..

memang sudah suatu kewajaran jika terjadi bencana alam dan menurut perhitungan ilmu alam sudah seharusnya terjadi. namun rentetan kejadian alam di indonesia memang sudah lebih batas kewajaran. hampir setiap tahun bangsa indonesia di landa bencana. kejadian-kejadianalam yang terus menimpa kita sudah seharusnya menjadi kan masyarakat indonesia untuk selalui menghargai dan mencintai kekayaan alam kita. dengan mengelkolah nya dengan baik untuk kesejahteraan seluruh rakyat undoneisa. kita semua elemen masyarakat indonesia harus mengintropeksi diri masing-masing. karena dibalik semua kejadian itu pasti ada maksud tuhan yang tersembunyi, dimana dia memperingatkan kita untuk sesuatu hal yang kita lupakan.

Buat Kalian yang jauh di seberang

waktu mata terbuka dan pertama kali menghirup udara di Bumi.
hanya suara tawa dari mere yang ku dengar.
hanya wajah-wajah ceria mereka yang ku kenal..
hanya pelukan hangat mereka yang ku rasakan..

seiring waktu terus bergulir.
kehangatan itu hilang setelah ku sadar akan keberadaan diriku.
senyum-senyum itu terhapus oleh tuntutan hidup..
kebersamaan yang ku lihat telah di rampas oleh kesibukan mengejar masa depan..

hari-hari kulalui soerang diri,,
punya keluarga seakan sudah mati..
punya materi tapi terasa miskin..

dan kini ku lalui takdirku itu sampai hari ini..
hari dimana aku harus membanguan kejayaan masa depanku..
aku makin sendiri dan kesepian ..
kini mereka berada jauh di seberang..

namun aku selalu berharap akan berkumpul seperti dulu
seperi waktu pertama kali aku membuka mata..
dan semoga harapan itu akan menjadi kenyataan sebelum aku menutup mata..
untuk kalian di negeri Al-mulk, kita akan berkumpul lagi untuk menata kembali kebersamaan yang telah hilang di hari kemaren...

Mutiara Yang Terlupakan

indonesia timur merupakan kawasan emas untuk masa depan indoesa. kekayaan alam yang melimpah, sumberdaya manusia yang produktif, dan kondisi geografis yang startegis. namun sampai hari ini, dengan sekian sumberdaya yang ada, masyarakat di kawasan indonesia timur masih sangat terbelakang. kesenjangan masyarakat indonesia didaerah2 timur dan barat indonesia terlihat jelas. hampir provinsi di indonesia timur berada pada posisi terbawah dalam urutan daerah termiskin di indonesia. ini adalah kenyataan pahit buat masyarakat indonesia timur.

Disparitas indonesia timur dan barat sangat mencolok.dari pendidikan, ekonomi, dan lain-lain. ini adalah hasil dari rekayasa kepentingan elit politik yang tidak bertanggung jawab dan tidak pro rakyat. Artinya bahwa kondisi kita sekarang ini bukan dan tidak datang dari langit yang menjadi firman tuhan atas manusia. Namun ini dampak dari Disorientasi Kebijakan Pembanguan Pemerintah yang selalu menganak tirikan Wilayah Timur. Konstruksi berpikir karakter masyarakat kita(indonesia timur) sengaja di manipulasi sehingga terlihat bodoh dan terkesan anarkis. Padahal secara historis, para pendahulu kita memiliki sejarah kejayaan dan sejarah perlawanan yang lkuar biasa. Selain itu kontribusi perjuangan para nenek moyang kita untuk mewujudkan integritas Nusantara begitu banyak. Namun lagi-lagi sejarah kejayaan dan semangat perlawanan masyarakat kita sengaja dihilangkan dari lembaran sejarah dan ini merupakan pembodohan secara ideologis.

Secara Geopolitik, indonesia timur sudah sejak dulu menajdi jalur perdagangan internasional. Dan menajdi pasar internasional. Komoditi dari hasi alam dari kawasan indoensia timur sejak dulu sudah menjadi kosonsumsi dunia inetrnational seperti rempah-rempah, Ikan Tuna, dll. Namun akses jalur perdagangan maupun acses perdagangan indonesia ke dunia international sama sekali tidak pernah di konsumsi oleh masyarakat indonesia timur. Jalur perdagangan internastional di kawasan indonesia timur seakan di putus. Hal ini yang menjadikan masyarakat kita tidak produktif. Selain itu, kebijakan pembangunan daerah mengalami disorientasi dan tidak berbasis potensi alam sehingga tidak menghasilkan perubahan signifikan buat masyarakat.

Kondisi sosial masyarakat kita sudah dihancur-leburkan oleh rezim penguasa (bukan pemimpin) indoensia yang sangat jawa centris. Sehingga kita kehilangan arah dan jiwa tercabut dari akar kesadaran kita atas jati diri kita sebenarnya. Oleh karena itu, kami merasa perlu ada identifikasi ulang dan pembacaan secara konfrehensif atas situasi general wilayah indoensia timur. Sehingga pembangunan tepat pada sasarannya.

Oleh karena itu, untuk perlu kita merapatkan barisan dan menyatukan frame berpikir agar harapan masyaraklat kita yang selama ini (yang sudah jenuh hidup dalam keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan) dapat terwujud.

Matahari terbit dari Ufuk Timur, dan Terbenam dari Ufuk barat. Namun bukan berarti berakhir suatu massa di ufuk timur. Kita lebih dulu dibakar panas matahari, kita lebih dulu mengenal Cahaya Kejayaan, kita lebih dulu mengenal Peradaban.

Kita adalah generasi terbaik, kita punya sejarah kejayaan. Tapi sekarang kita di bodohkan. Dan kita jangan sampai lupa akan kejayaan kita. Oleh karena itu, mari membangun reruntuhan dari kejayaan masa lampau..kita bangun Blokhistoris Batu, Kita Bangun Kekuatan Baru.

Menolak Tunduk menuntut Tanggung Jawab
Didik Rakyat Dengan Pergerakan
Didik Pemerintah dengan Perlawanan